Sepatu Wanita T-Bar

Sepatu Wanita T-Bar

Model T-Bar Tetap Modis Selama Satu Abad


Sepatu T-Bar boleh dibilang “menumpang”popularitas pada Mary Jane. Setelah di era 1920-an sepatu dengan satu strap di tengah itu menjadi trend, hadirlah T-Bar dengan tambahan strap kecil yang bisa membuat penggunanya seperti menggunakan sepatu tertutup. Di jaman itu, kehadiran Mary Jane maupun T-Bar disambut antuisias oleh para wanita.

Maklum, dunia fashion selama berabad-abad sebelumnya tak lebih dari rok panjang yang hampir menyentuh tanah. Sehingga sepatu yang dipakai para wanita tak pernah kelihatan, karena itu jenis dan modelnya menjadi tidak penting. Sehingga belum menjadi bagian dari fashion.

Kapan wanita mulai memperhitungkan sepatu sebagai fashion ?

Bertepatan dengan kelahiran Mary Jane, dunia fashion cenderung mengarah kepada trend minimalis, termasuk ukuran gaun yang hampir menyentuh lantai ikut terpangkas meski tidak terlalu ekstrim. Perubahan mode tidak hanya terbatas pada pakaian, tetapi juga meliputi gaya rambut.

Akibatnya, sepatu yang dipakai para wanita kini juga nampak. Maka setiap sepatu yang dipakai wanita juga harus ikut menjadi modis. Inilah awal terbentuknya pemahaman bahwa sepatu wanita juga harus memiliki disain yang menarik, karena ikut berperan menentukan kecantikan penggunanya. Para wanita di jaman itu bisa dengan bebas menampilkan kecantikan kaki mereka, sementara sepatu yang mulai bisa diproduksi secara massal harganya menjadi lebih murah, membuat semua wanita membutiuhkan sepatu bukan lagi sekedar alas kaki.

Pada sekitar tahun 1936, popularitas T-Bar di kalangan wanita yang peduli mode mulai surut. Tetapi eksistensi T-Bar tetap diperhitungkan hingga kini. Para disainer yang kreatif tetap memanfaatkan fungsi T-Bar dengan mengaplikasikannya ke beragam model dan jenis sepatu, khususnya sepatu wanita. Dari yang semula menganut bentuk sederhana, T-Bar kemudian tampil dengan beragam variasi tanpa meninggalkan fungsinya.

Sepatu Wanita T-Bar

Tetapi karena trend model selalu berulang, pada saat-saat tertentu model T-Bar hadir persis seperti pada saat pertama kali didisain. Anehnya, model sepatu wanita yang satu ini selalu bisa tampil tanpa kesan sebagai model lama atau klasik, melainkan lebih mencerminkan kesederhanaan yang anggun. Tentunya hal ini juga tergantung kepada kepekaan pemakai T-Bar dalam menyesuaikan dengan gaun yang dipakainya.

Sepatu

Model T-Bar selain lebih nyaman dan aman untuk digunakan, juga ditujukan untuk memperlihatkan keindahan kaki. Wanita yang memiliki tubuh langsing dan kaki panjang akan memperoleh penampilan dengan efek optimal dengan mengenakan T-Bar. Sepatu wanita model T-Bar bisa dikenakan untuk setelan maxi dress, celana jeans, rok biasa atau mini, tetapi jangan mengenakan kaus kaki atau stocking dengan warna kontras, agar tidak menimbulkan kesan bahwa Anda sedang “pamer” sepatu. Karena  perhatian orang akan terfokus ke kaki Anda, kecuali untuk kesempatan tertentu yang Anda memang menginginkannya..

Model T-Bar tentu kurang optimal bagi wanita yang berkaki pendek dan gemuk. Untuk menyiasatinya tanpa mengurangi kenyamanan dapat memilih T-Bar dengan tumit sedang atau puppy, jika menggunakan high heels maka kenyamanan Anda kurang maksimal. Kecuali jika Anda ingin mengenakannya dalam kesempatan yang bersifat resmi. T-Bar dapat dipadu dengan celana tidak terlalu ketat atau kulot.

Untuk penampilan casual bisa menggunakan celana pendek, tetapi tentu saja pilihlah sepatu T-Bar casual dengan strap tidak terlalu lebar dan tidak terkesan resmi, sebaiknya terbuat dari kanvas atau jeans. Dengan menampakkan lebih banyak bagian kaki, efek visual T-Bar yang “memotong” kaki pengguna bisa dikurangi, sehingga kaki akan terkesan lebih panjang. T-Bar bisa diaplikasikan untuk untuk sepatu flat, low heels sampai high heels.

Bagi wanita yang malas membersihkan kuku dan jari kaki, jangan sekali-kali menggunakan T-Bar dengan bagian ujung terbuka atau Open Toe, karena akan menimbulkan efek kontras dengan keindahan sepatu. Sebaliknya, bagi mereka yang rajin melakukan pedikur, maka perilaku rajin merawat kaki akan terbayar dengan penampilan optimal. Kecantikan kaki adalah bagian dari kecantikan Anda secara keseluruhan.

Pedikur hanyalah salah satu “harga” yang harus dibayar untuk memperoleh kecantikan yang Anda inginkan. Wawasan dan citarasa dalam memilih sepatu serta memadukannya menjadi bagian dari busana secara keseluruhan akan menjadi sentuhan akhir untuk menampilkan diri, sehingga penampilan Anda menjadi sangat cantik dan menarik. Atau sebaliknya, mengesankan sebagai pribadi yang norak dan amburadul.

Tidak ada komentar: