Sepatu Wanita Hak Tinggi

Sepatu Wanita Hak Tinggi

Berapa Ukuran Tinggi Hak Sepatu Wanita ?

Istilah sepatu wanita hak tinggi atau high heels sering menimbulkan pengertian bias, berapa ukuran tinggi hak sepatu wanita yang dikategorikan sebagai high heels ?

Sepatu wanita hak tinggi atau biasa disebut high heels menjadi jenis sepatu yang semakin populer di kalangan wanita. Alasannya, selain bisa menambah tinggi tubuh pemakainya, juga mengesankan kaki pengguna bertambah panjang dan ramping. Semakin tinggi high heels maka akan semakin membuat pengguna tampil secara elegant dan seksi.

Karena untuk memelihara keseimbangannya, pengguna high heels harus berjalan secara teratur dan hati-hati, sehingga penampilannya akan lebih kelihatan anggun. Bukan itu saja, efek fisik ketika melangkah dengan memakai sepatu hak tinggi juga akan mengakibatkan bergoyangnya pinggul secara ritmis,  sehingga menambah kesan seksi.

Apa relevansi tinggi heels dengan penampilan dan resiko ?

Karena bisa membuat penggunanya memperoleh nilai plus, maka banyak wanita ingin memakainya. Jika semula sudah terbiasa menggunakan sepatu berhak rendah, ketika membeli sepatu baru mereka akan memilih sepatu dengan hak yang lebih tinggi. Tetapi meskipun banyak wanita yang sudah akrab dengan istilah high heels, mereka belum tahu secara persis apa definisi high heels atau sepatu berhak tinggi.

Selain itu juga masih banyak yang kurang tahu, berapa sentimenter tinggi hak sepatu yang dikategorikan sebagai low heels atau berhak rendah,  berhak sedang, dan bertumit tinggi yang biasa disebut sebagai high heels.  Sedangkan di pasar fashion bisa ditemukan ribuan model sepatu dengan tinggi hak yang beragam, mulai dengan 3 Cm hingga 17 Cm.
Definisi High Heels atau Hak (Tumit) Tinggi

Sepatu Wanita Hak Tinggi

Berdasarkan definisi tersebut, maka semua sepatu yang didisain dengan bagian tumit atau heels lebih tinggi dibandingkan dengan bagian tengah telapak kaki dan ujung jari kaki, maka dikategorikan sebagai Hak Tinggi atau High Heels. Sedangkan sepatu yang dirancang memiliki sole tinggi, tetapi pada bagian tumit rata dengan dengan seluruh permukaan telapak kaki, maka TIDAK bisa disebut sebagai High Heels.

Pada kenyataannya di pasar sepatu wanita, tidak semua sepatu flat atau hak datar dirancang tanpa hak sama sekali, banyak diantaranya pada bagian tumit didesain lebih tinggi 1 sampai 2 Cm dengan cara mencetak sole lebih tebal di bagian tersebut atau memberikan tambahan hak untuk tujuan kenyamanan pemakainya.

Secara visual dan secara fisik saat dipakai, tambahan ukuran tersebut tidak mengakibatkan perbedaan signifikan dengan sepatu flat yang rata atau sama sekali tidak memiliki hak. Meskipun sebenarnya perbedaan tersebut secara medis memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan akibat efek pendistribusian berat tubuh secara merata pada seluruh permukaan telapak kaki pemakainya.

Sepatu Wanita Hak Tinggi
Dengan memakai high heels penampilan Kim Kardarshian semakin cantik dan seksi

Dalam perkembangannya di dunia fashion yang lebih menitikberatkan pada pertimbangan estetika, perbedaan yang jelas antara sepatu flat dengan high heels adalah bila ukuran tinggi hak sepatu flat tidak melebihi batas minimal high heels yang secara umum disepakati setinggi 3,5 Cm, lebih dari ukuran tersebut dianggap masuk dalam kategori high heels, yang nota bene setiap model dan style bisa memiliki ukuran berbeda-beda.

Sedangkan bentuk hak sepatu atau model heels yang digunakan untuk high heels bisa bermacam-macam, tergantung pada kreativitas sang desainer. Sampai saat ini model heels yang paling disukai adalah aplikasi dari model Stiletto atau Cone Heels dengan ciri khas top heels atau bagian heels yang menyentuh lantai berukuran kecil.

Modifikasi dari kedua model tersebut mendominasi penampilan high heels sejak high heels dipopulerkan sebagai sepatu fashion wanita oleh Andre Perugia di Italia dan Roger Vivier di Perancis di era tahun 1950-an. Meskipun menurut catatan sejarah, ide pembuatan sepatu high heels pertama kali dikemukakan oleh Catherine de Medici pada tahun 1533.

andre perugia high heels
Andre Perugia dengan hasil desainnya di tahun 1931 dan tahun 1948


Roger Vivier desainer sepatu wanita hak tinggi
Iklan Christian Dior tahun 1961 yang mempromosikan high heels karya Roger Vivier

Saat itu Catherine masih berusia 14 tahun dan hendak dipertunangkan dengan Raja Perancis Henry II.Untuk ukuran orang Eropah tubuh Catherine terbilang kecil, tingginya hanya mencapai 150 Cm. Karena ingin terlihat lebih tinggi dan anggun sebagai layaknya seorang ratu, Catherine memerintahkan seorang tukang sepatu untuk membuat sepasang sepatu khusus untuk dirinya..

sepatu wanita hak tinggi pertama rancangan catherine
Sepatu wanita hak tinggi yang diancang pertama kali oleh Catherine de Medici

Secara tak langsung sepatu yang dibuat sesuai berdasarkan perintah Catherine tersebut merupakan hasil desain Catherine. Instruksinya adalah membuat sepatu yang diadaptasi dari model Chopin, yang sedang populer saat itu. Rinciannya, bagian tumit ditinggikan dan haknya dibuat ramping dan kecil. Di kemudian hari sepatu rancangan Catherine ini menjadi awal bagi hadirnya model Stiletto, karena pada prinsipnya konstruksi dasar sepatu tersebut tidak berbeda dengan high heels yang menjadi favorit wanita di abad 21.
Sepatu Catherine masa kini
Sepatu hak tinggi hasil desain Catherine itu tidak hanya populer sebagai perangkat fashion, tetapi juga menjadi status simbol karena hanya dipakai oleh keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan. Pada pertengahan abad 16 model sepatu hak tinggi mulai merambah negara-negara Eropa di luar Perancis, para penyuka mode cenderung menganggapnya bukan sekedar sepatu fashion, tetapi juga bisa menambah tinggi badan pemakainya.

Popularitas sepatu hak tinggi di Perancis mencapai puncaknya pada awal abad ke-18, saat masyarakat Perancis namyak yang menggunakan sepatu hak tinggi. Akibatnya, status simbol sepatu tersebut menjadi hilang. Karena itu Raja Louis XIV mengeluarkan aturan yang melarang siapapun memakai sepatu dengan hak tinggi lebih dari 5 inci, yakni ukuran hak sepatu yang dipakainya.

Dalam perkembangan selanjutnya sepatu rancangan Catherine ini mengalami beberapa modifikasi dan menjadi salah satu model terpopuler di wilayah Eropah dan memasuki abad 20 model tersebut telah merambah ke seluruh dunia. Para penyuka sepatu fashion menyebut model tersebut sebagai Louis Heels atau French Heels, sesuai dengan asal desainernya.

Belakangan dengan sentuhan desain abad 21 model sepatu tersebut lebih dikenal dengan sebutan Spool Heels. Cirinya, lekukan di bagian tengah heelsnya tidak terlalu ekstrim, top heels dipertahankan tetap lebar sehingga memberikan  keseimbangan bagi penggunannya meskipun diaplikasikan dengan high heels.

perkembangan sepatu rancangan Catherine
Kini sepatu rancangan Catherine lebih populer dengan sebutan model Spool Heels

Beragamnya ukuran tinggi tersebut membuat high heels dibagi lagi dalam sub kategori :  Low Heels, Medium Heels dan High Heels. Selebihnya mungkin bisa ditambah dengan kategori Super High Heels karena memiliki ukuran sangat tinggi. Tetapi untuk sepatu ketegori ini sulit dimasukkan sebagai perangkat fashion, karena tidak fungsional dan terlalu sensasional. Lebih tepatnya bisa dikategorikan sebagai perangkat akrobatik.

Terkait antara ukuran heels dengan model sepatu, model yang menggunakan Low Heels adalah Kitten dan Spool. Untuk Medium Heels biasanya digunakan oleh model Puppy, Wedges atau Prism. Model dengan High Heels didominasi oleh Stiletto dan Cone dengan beragam variasi. Tetapi karena dunia fashion sangat dinamis dan haus kreativitas, sepatu dengan kategori Middle Hels dan High Heels sering diimplementasikan dalam model yang seringkali sama. Bahkan beberapa model Puppy bisa didisain dengan menggunakan high heels.

Sepatu Wanita Hak Tinggi

Karena itu pula, pasar sepatu wanita dan para konsumennya tidak pernah mempermasalahkan kategori heels ini. Disainer  merancang sepatu dengan model dan tinggi heels dalam ukuran tertentu, produsen membuatnya dan penjual memasarkannya ke konsumen. Apa model sepatunya dan berapa tinggi heelsnya tak pernah dipermasalahkan. Jika laku keras maka produksi juga akan dinaikkan. Sebaliknya jika tidak diminati pasar, konsumen akan disuguhi dengan sepatu hasil kreasi terbaru.

Selain itu, sepatu wanita sebagai hasil dari industri kreatif yang berbasis kreativitas dengan mengaplikasikan seni, siklus kreasi dan nilai ekonomis, menjadi sebuah produk yang sangat dinamis. Semakin meningkatnya wawasan masyarakat terhadap fashion akan memacu percepatan produksi dan meningkatkan kompetisi, sehingga pada akhirnya akan mengakibatkan singkatnya daur hidup model dan style sepatu.

Sepatu Wanita Hak Tinggi atau High Heels
Carrie LaChance, model yang tampil lebih seksi dengan high heels sampai posisi kakinya harus selalu berjinjit. Perhatikan telapak kaki Carrie bukan menapak secara normal seperti umumnya memakai low heels atau flat.

Meskipun high heels menjadi favorit para wanita karena identik dengan penampilan yang elegan dan seksi, kalangan medis menganggapnya sebagai alas kaki yang berbahaya karena dapat merusak kesehatan. Paling sedikit ancaman itu berupa resiko terkilirnya mata kaki dan terjatuh, khususnya bagi mereka yang belum mampu menguasai keseimbangan saat menggunakan sepatu hak tinggi model Stiletto atau Cone Heels.

Konstruksi high heels yang paling fashioned, paling elegan dan paling seksi dengan style pointed toe atau berbentuk runcing dan menyempit di bagian ujung, justru disimpulkan paling banyak menimbulkan berbagai gangguan kesehatan kaki. Sementara itu, pemakaian sepatu hak tinggi di atas lima sentimeter membuat kaki terus-menerus dalam posisi berjinjit, sehingga membuat tendon Akhiles yang berada di tumit belakang dan otot betis terus-menerus dalam keadaan tegang.

Penyakit akibat high heels

Sepatu Wanita Hak Tinggi
Meskipun sepatu hak tinggi menyebabkan banyak gangguan kesehatan kaki, tuntutan untuk tampil lebih cantik dan seksi membuat high heels tetap menjadi favorit wanita.

Posisi berjinjit tersebut menyebabkan pembuluh darah tertekan dan terbendung, akhirnya mengakibatkan varises. Sampai saat ini kalangan medis menemukan beberapa penyakit yang disebabkan pemakaian sepatu high heels secara terus menerus adalah :

1. Corns. Akibat beban tubuh yang tertumpu ke kaki bagian depan maka menimbulkan penebalan kulit kaki yang disebabkan gesekan berulang terhadap sepatu. Corns sering terjadi bersamaan dengan bunions.

2. Bunions. Penyakit ini merupakan pertumbuhan tulang yang di sekitar pangkal jempol kaki. Akibatnya, dapat membuat jempol kaki bengkok dan mengarah ke jari-jari kaki lainnya hingga menimbulkan rasa nyeri.

3. Hammer Toe. Kondisi di mana ujung jari kaki yang kedua terpaksa harus berada di posisi bawah, tertumpuk jari kaki lainnya akibat konstruksi pointed toe yang menyempit di bagian depan sepatu.

4. Morton's Neuroma. Timbulnya cedera pada saraf di pertengahan kaki akibat terus menerus menahan beban berat tubuh. Sehingga menyebabkan jaringan di sekitar daerah itu menebal, rasa sakit, dan mati rasa. Untuk meringankan beban penderita kadang-kadang sampai diperlukan pembedahan.

5. Pump Bump. Gangguan kesehatan yang juga disebut Haglund's deformity adalah tumbuhnya tulang yang terjadi pada tumit akibat tekanan konstan dan gesekan antara punggung kaki dengan tali sepatu hak tinggi. Pengobatannya hanya bisa dilakukan melalui pembedahan.

6. Metatarsalgia. Ini adalah jenis peradangan yang menyakitkan. Peradangan yang biasa terjadi pada bola mata kaki akibat dari tekanan berulang-ulang pada tulang metatarsal, yang posisinya berada di antara jari-jari kaki dan lengkungan kaki.

Berbagai dampak penyakit tersebut seringkali membuat mereka yang awam tentang high heels menjadi terheran-heran, bagaimana mungkin di luar sana ternyata masih banyak wanita yang memakai high heels ?  Sebenarnya tidak ada yang aneh, karena para pemakai sepatu hak tinggi secara alamiah akan mencari kesempatan untuk mengistirahatkan kaki mereka manakala sudah merasa capek berjinjit.

Beragam penyakit atau gangguan kesehatan kaki tersebut hanya akan menimpa mereka yang benar-benar penggila high heels, pada dasarnya mereka sudah dihinggapi oleh rasa kurang percaya diri secara berlebihan. Sehingga akan merasa kurang cantik, kurang tinggi, kurang langsing dan kurang seksi apabila tidak menggunakan high heels setiap kali tampil di depan umum. Akibatnya mereka lebih rela mengorbankan kaki mereka agar bisa tampil dengan penuh percaya diri.

Disamping itu, anggapan bahwa para penyuka high heels akan selalu memakai sepatu hak tinggi mereka adalah anggapan yang salah, umumnya high heels hanya dipakai pada kesempatan yang dianggap memerlukan penampilan optimal. Disamping itu, penyuka high heels adalah para wanita yang fashioned, dengan demikian mereka memiliki banyak jenis dan model sepatu beragam yang tidak selalu bertumit tinggi.

Tetapi pengecualiannya tentu ada, yakni Lady Gaga. Selebriti dunia yang suka penampilan unik dan menghebohkan dalam setiap pementasannya ini dikenal selalu memakai super platform high heels. Tak hanya saat show di atas panggung, tetapi dalam berbagai kesempatan dan dalam kesehariannya Lady Gaga juga memakai sepatu berhak tinggi yang masih ditambah dengan style platform berukuran di atas normal tersebut.

Model sepatu ini awalnya merupakan hasil desain Vivienne Westwood, perancang busana Inggris dan sempat membuat Naomi Campbell terjatuh di atas cat walk saat memperagakannya dalam sebuah event fashion di tahun 1993. Kecuali Lady Gaga tak ada wanita yang mau mengambil resiko dan tampil terlalu menarik perhatian dengan memakai sepatu super platform high heels tersebut. Akibatnya, sepatu model ini pun disebut dengan sepatu Lady Gaga.

Berikut beberapa penampilan model sepatu yang sebutannya sama dengan nama pemakainya itu.

sepatu wanita hak tinggi lady gaga sepatu wanita hak tinggi milik lady gaga
sepatu wanita hak tinggi lady gaga yang super tinggi sepatu wanita hak tinggi khas lady gaga

high-heels-lady-gaga Satu-satunya wanita yang mampu memanfaatkan high heels berukuran sangat tinggi secara efisien, mungkin hanya Lady Gaga.
Luangkan waktu beberapa menit untuk mengetahui alasan dan kesediaan Sang Popstar itu menerima resiko sepatu berhak sangat tinggi sekaligus melihat penampilan dengan berbagai model dan style high heels di High Heels Lady Gaga

Tinggi tidak berarti high heels

Sepatu yang berukuran tinggi tetapi tidak disebut high heels atau tumit tinggi adalah flat platform, karena pada prinsipnya posisi tumit dan telapak kaki bagian depan dari pengguna sepatu ini berada dalam posisi sejajar. Flat berplatform tidak berbeda dengan sepatu flat biasa, hanya saja sole-nya dipertebal.

Sepatu Wanita Hak Tinggi

Penampilan flat platform sekilas nampak seperti model wedges, tetapi secara mendasar berbeda. Berat badan pengguna wedges akan cenderung tertumpu pada jari-jari kaki dan telapak kaki bagian depan. Sementara berat badan pengguna flat platform tertumpu pada bagian tumit, jika sole di bagian tersebut sedikit ditinggikan maka pendistribusian berat badan akan terjadi secara merata pada seluruh permukaan telapak kaki.

Seperti efek high heels, model flat platform juga bisa menambah tinggi badan pemakainya. Sepatu model ini dianggap kurang fashioned, meskipun badan pemakainya bisa bertambah tinggi beberapa centimeter tetapi terkesan karena memakai "ganjal kaki".

Ukuran sepatu wanita hak tinggi


Ukuran dalam sentimeter untuk kategori Low Heels, Medium Heels dan High Heels bisa beragam karena setiap rumah mode cenderung memperkenalkan produk mereka sebagai model tertentu tetapi kadang-kadang dengan tinggi ukuran heels berbeda dengan rumah mode lainnya. Sementara secara umum karena istilah high heels menjadi trend, akibatnya batas antara Medium Heels dengan High Heels seringkali menjadi kabur. Para penjual dan toko sepatu lebih suka menawarkan Medium Heels pada ukuran maksimal sebagai High Heels. Alasannya, predikat High Heels bisa membuat produk cepat laku, karena kebanyakan wanita ingin memakai High Heels.

Beberapa rumah mode yang memiliki kesamaan persepsi terhadap kategori ini, diantaranya Gucci dan Jimmy Choo, memiliki batasan untuk Low Heels adalah kurang dari 2,5 inci atau kurang dari 6,35 Cm.  Untuk kategori Medium Heels adalah  antara 2,5 - 3,5 inci atau 6,35 Cm sampai 8,89 Cm. Dengan demikian tinggi hak sepatu diatas 8,89 Cm masuk dalam kategori High Heels.

Sepatu high heels dengan selisih 1 Cm umumnya sulit dibedakan hanya dengan cara melihatnya saja, tetapi dapat dirasakan perbedaannya setelah dicoba. Model Chunky yang berukuran sama tinggi dengan model Stiletto, secara sepintas akan terkesan bahwa Stiletto lebih tinggi dibandingkan Chunky. Berikut penampilan masing-masing model dengan ukuran tinggi yang berbeda-beda.

Sepatu Wanita Hak Tinggi

Ukuran tinggi tersebut diukur dari Top Heels, bagian ujung yang menapak ke lantai sampai pada pangkal hak sepatu yang terletak di Quarter dan bersentuhan dengan tumit. Ukuran hak atau heel ini mencerminkan pararelitas yang berbanding secara logis antara penampilan optimal dengan resiko, semakin tinggi ukuran high heel akan memberikan penampilan yang semakin cantik dan seksi. Tetapi sebaliknya juga akan menimbulkan resiko yang lebih tinggi. Singkatnya, semakin cantik dan seksi, maka semakin tinggi pula resiko Anda ! Itulah “Hukum High Heels”

Tags : sepatu-wanita-hak-tinggi

Artikel Terkait dengan “Berapa Ukuran Tinggi Hak Sepatu Wanita ?” :

Lebih Mengenal Stiletto High Heels
Tips Memilih Sepatu Wanita High Heels Sesuai Bentuk Kaki
Model High Heels Dan Stabilitasnya

Referensi & foto artikel “Berapa Ukuran Tinggi Hak Sepatu Wanita ?” :
01. High-heeled footwear
02. Dangerous Elegance, A History of High-Heeled Shoes
03. Glossary: Stiletto Heels
04. High Heel Hazards: The Dangers of Those Darling Stilettos
05. Why Shoe Lifts Are The Answer To Leg Length Difference
06. Enam Bahaya Menggunakan Sepatu Hak Tinggi
07. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025, Departemen Perdagangan RI. Jakarta.(2008)
08. U.S. Dept of Health and Human Services, Office on Women’s Health; Varicose Veins and Spider Veins. 2010 : 1-7
09. www2.pictures.stylebistro. com
10. glamorousheels. com
11. www.yournextshoes. com
12. footwearnews. com

Tidak ada komentar: