Pasar Sepatu Wanita

Sepatu Wanita Punya Pasar “Ekslusif”

Sepatu Wanita Punya Pasar "Eksklusif"


Semakin beragamnya produk sepatu wanita dan meningkatnya kesadaran konsumen menumbuhkan segmen pasar  “eksklusif”, yakni para wanita yang tidak bisa dibidik sebagai target market

Sepatu wanita sudah menjadi bagian dari perangkat fashion untuk tampil lebih cantik dan elegant. Kini makin banyak pabrik, rumah mode dan industri kecil menengah yang memproduksi sepatu, sehingga memberikan banyak pilihan. Akibatnya, wanita yang membeli sepasang sepatu tidak hanya disebabkan karena membutuhkan alas kaki, tetapi juga “dipaksa” untuk bisa memilih salah satu dari beragam model dan gaya sepatu yang ada di pasaran.

Berbeda dengan permulaan abad ke 19 di saat sepatu bisa diproduksi secara massal, tren mode yang berlaku ditentukan oleh model sepatu yang diproduksi pabrik. Wanita dianggap mengikuti mode atau berpenampilan modis jika memakai sepatu Mary Jane atau model T-Bar yang diproduksi massal itu, maka  untuk bisa tampil modis berarti bisa membeli sepatu tersebut.Begitu pula pada pertengahan abad 19 saat Salvatore Ferragamo menemukan model Wedges, maka para wanita juga merasa dituntut untuk memakai sepatu Wedges.

Menghadapi fashion di era global, para wanita harus lebih cerdas menghadapi serbuan beragam model dan gaya sepatu. Mengapa ?

Sepatu Wanita T-Bar

Sepatu Wanita T-Bar

Model T-Bar Tetap Modis Selama Satu Abad


Sepatu T-Bar boleh dibilang “menumpang”popularitas pada Mary Jane. Setelah di era 1920-an sepatu dengan satu strap di tengah itu menjadi trend, hadirlah T-Bar dengan tambahan strap kecil yang bisa membuat penggunanya seperti menggunakan sepatu tertutup. Di jaman itu, kehadiran Mary Jane maupun T-Bar disambut antuisias oleh para wanita.

Maklum, dunia fashion selama berabad-abad sebelumnya tak lebih dari rok panjang yang hampir menyentuh tanah. Sehingga sepatu yang dipakai para wanita tak pernah kelihatan, karena itu jenis dan modelnya menjadi tidak penting. Sehingga belum menjadi bagian dari fashion.

Kapan wanita mulai memperhitungkan sepatu sebagai fashion ?