Di Usia Dini Suri Memakai High Heels

Di Usia Dini Suri Memakai High Heels

Di Usia Yang Relatif Masih Dini

Suri Cruise Memakai High Heels


Suri Cruise memakai high heels di usia dini dan fotonya yang beredar di internet segera menuai banyak kritik. Tapi jauh lebih banyak yang mengagumi penampilan fashioned gadis kecil itu.

Jika di usia dini Suri Cruise sudah memakai high heels, maka untuk gadis imut itu sendiri bukanlah hal yang luar biasa. Pasalnya, sejak usia 3 tahun Suri sudah terbiasa memakai Kitten Heels. Jadi ketika usianya mulai meningkat, dia pun lalu mencoba mulai memakai high heels. Di usianya yang masih belia Suri bisa dengan cepat mengadaptasikan keseimbangannya dengan high heels.

Sementara sang ibu, Katie Holmes selain dikenal sebagai aktris juga seorang model, tentu saja tak bisa membendung keinginan puteri tercinta untuk mencontoh kebiasaan berbusana sang ibu yang selalu fashioned. Maklum, seorang model akan berperilaku untuk selalu cermat memperhatikan penampilannya di setiap saat. Walhasil, puteri pasangan Katie Holmes dan Aktor Hollywood papan atas, Tom Cruise itu menjadi perhatian sebagai selebriti kecil di dunia fashion.

Fenomena ini menjadi salah satu jawaban riel terhadap pertanyaan yang sering diajukan berkaitan dengan pemakaian high heels. Apa itu ?

Selama ini selalu muncul pertanyaan “klasik” : Apa yang membuat wanita masih tetap menyukai high heels, terutama Stiletto atau Cone Heels padahal di saat memakainya  akan menimbulkan rasa sakit ? Selama ini pula pertanyaan tersebut akan mendapat jawaban yang sama klasiknya : Karena penggunanya ingin terkesan tampil lebih langsing, cantik dan menarik.

Kecantikan itu sendiri sebenarnya bersifat relatif. Tetapi menurut kesimpulan seorang pakar gaya hidup, David Chaney, secara universal terdapat kecenderungan untuk melihat kecantikan hanya dari segi fisik dan penampilan luar. Karena itu pula orang butuh melengkapi penampilannya secara optimal agar memperoleh citra atau image yang diinginkan. Dan di dunia fashion, high heels adalah salah satu perangkat yang sangat penting bagi penampilan.

Pakar lain, Berscheid dan Walster bahkan menambahkan bahwa penampilan luar yang menarik dapat menciptakan pencitraan diri menjadi lebih positif, sehingga berdampak menyenangkan bagi orang lain dibandingkan dengan mereka yang berpenampilan biasa. Dalam realitas sehari-hari dicontohkan, karyawati yang berpenampilan menarik akan selalu mendapat perhatian lebih besar dibandingkan dengan teman-temannya. Demikian pula di sekolah-sekolah, murid yang berpenampilan menarik juga selalu mendapat perhatian lebih besar dari guru dibandingkan murid-murid lain yang berpenampilan biasa.

Proses transformasi nilai-nilai tentang kecantikan itu berlangsung secara alamiah. Keinginan untuk bisa tampil lebih cantik tidak muncul secara mendadak pada seorang wanita dewasa di saat hendak membeli sepatu. Tetapi sudah menjadi nilai-nilai budaya yang tertanam sejak seorang wanita masih menjadi gadis cilik, persis seperti yang dialami Suri Cruise.

Di Usia Dini Suri Memakai High Heels
Bermain dengan sepatu sang ibu adalah proses alamiah pewarisan nilai-nilai high heels.

Proses tersebut berlangsung secara alamiah dan muncul sebagai gejala yang wajar seperti ketika seorang anak berusaha untuk meniru perilaku sang ibu yang dianggapnya sebagai ideal figure. Diantaranya dengan mencoba-coba memakai sepatu wanita milik ibunya yang tergeletak di lantai, dan hal ini bisa terjadi berulang-ulang menjadi semacam kegiatan bermain bagi sang anak. Tetapi mungkin dianggap sesuatu yang luar biasa dan berbahaya jika dibandingkan dengan perbuatan serupa oleh seorang anak dari ibu yang tidak biasa memakai high heels.

Dilahirkan 18 April 2006 dalam keluarga selebriti yang sarat dengan gaya kehidupan glamour, nilai-nilai yang “tertanam” pada puteri pasangan selebriti ini juga berbeda dengan keluarga lain. Dua pasang sepatu mungkin sudah cukup untuk anak sebaya Suri dalam keluarga kebanyakan. Bandingkan dengan koleksi sepatu Suri Cruise yang konon seluruhnya bernilai Rp.1,2 miliar, karena sepatunya berukuran khusus dan dipesan pada desainer kelas dunia.

Selain itu, setiap tahun ukurannya pun bertambah sesuai dengan perkembangan usianya. Sehingga untuk  jenis dan model sepatu yang sama harus dipesan hampir setiap tahun. Belum lagi jika Suri tertarik dengan sepatu model baru, maka anggaran untuk sepatunya pun akan bertambah. Pada hakekatnya pola perilaku dan kebiasaan ini bisa terjadi pada setiap keluarga yang sekaligus merupakan proses pewarisan nilai-nilai yang berlangsung secara alamiah dan wajar.

Karena itu pula alasan kesehatan untuk mengalihkan wanita agar tidak membeli dan menggunakan sepatu high hells tak pernah bisa menghapuskan high heels dari pasar fashion. Meskipun alasan itu sangat rasional dan didukung hasil penelitian medis mutakhir, nilai-nilai kecantikan “versi high heels” sudah lebih dulu tertanam secara permanen dalam bawah sadar para wanita dan diwariskan dari satu generasi ke generasi seterusnya.

Berikut adalah foto-foto Suri Cruise memakai high heels yang dihimpun dari berbagai sumber. Foto-foto ini menuai banyak kritik, karena anak seusia Suri dianggap belum layak menggunakan high heels yang bisa mempengaruhi pertumbuhan kakinya. Padahal apabila benar-benar dicermati, Suri lebih sering memakai sepatu berkategori mid heels yang beresiko rendah. Tetapi secara jujur, penampilan Suri Cruise sulit dikomentari dengan satu kata yang mencerminkan arti : memang agak kurang layak, tetapi benar-benar imut dan sekaligus fashioned.

Di Usia Dini Suri Memakai High Heels

Di Usia Dini Suri Memakai High Heels

Di Usia Dini Suri Memakai High Heels

Di Usia Dini Suri Memakai High Heels






Di Usia Dini Suri Memakai High Heels

Di Usia Dini Suri Memakai High Heels

Dihimpun dari : dailymail.co.uk | picturesphoto.com | sheknows.com | losangelesfasion.net | nytimes.com | imgsrc.ru | bizlocallistings.com | careermovesjvs.blogspot.com | coisasdamy.com.br | www.celebritybabyscoop.com | nadyne.info | www.courtneybrownonair.com | vixely.com | www.socialitelife.com | es.celebrity.yahoo.com | www.quien.com

Tidak ada komentar: