Sejarah Sepatu Flat Abad 15

Sejarah Sepatu Flat

Sejarah Sepatu Flat Sampai Abad 15


Sejarah Flat Shoes terus berlangsung dan melahirkan beragam model sampai tahun 1500, lalu terhenti digeser oleh kehadiran jenis high heels.

Sejarah sepatu flat atau sepatu hak datar yang dimulai sejak 5.500 tahun lalu terus mengalami perkembangan. Dari satu abad ke abad berikutnya modelnya terus berubah, tetapi tetap tanpa hak. Kadang-kadang satu model bisa bertahan lebih dari seratus tahun, ada pula model yang ratusan tahun lalu pernah populer, tiba-tiba muncul kembali dengan sedikit modifikasi dan menjadi model baru.

Sampai abad pertengahan, jenis sepatu yang mendominasi kaki umat manusia adalah flat shoes atau sepatu hak datar. Dalam kurun waktu yang amat panjang  sepatu flat menjadi trend karena belum memiliki kompetitor sepatu hak tinggi. meskipun modelnya tidak mengalami perkembangan yang dinamis, keberadaan sepatu flat lebih cenderung diutamakan pada fungsi dasarnya sebagai alas kaki.

Bagaimana perkembangan sepatu flat dari awal tahun masehi hingga abad 15 ?

Pada tahun 1 Masehi, beberapa model sepatu flat dari masa-masa sebelumnya masih mendominasi kaki-kaki manusia yang menginjak permukaan bumi. Meskipun bentuknya berbeda-beda, pada umumnya bahan untuk membuat sepatu flat didominasi oleh kulit hewan. Sampai dimulainya tahun Masehi, sepatu flat masih benar-benar sepatu yang tidak menggunakan hak.


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 100

Sepatu Flat Tahun 100
Sepatu Flat di jaman Dinasti Han ini dibuat dari lembaran kulit hewan, sudah menggunakan sole yang disatukan dengan upper dengan cara dijahit jahit. Memiliki pengikat dari kulit di bagian pergelangan kaki untuk mencegah masuknya pasir kedalam sepatu. Sepatu ini sudah digunakan sejak sebelum Tahun Masehi (Koleksi National Museum, Beijing, China)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 200-300

Sepatu Flat Tahun 200-300
Sepatu flat untuk wanita dewasa ini ditemukan di penggalian arkeologis di Southfleet (Springhead), Kent, Inggris pada tahun 1801. (Koleksi The British Museum, Bloomsbury, London)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 400-600

Sepatu Flat Tahun 400-600
Sepatu flat wanita Mesir ini dibuat dari bahan kulit dan sutra yang dibordir, desain sepatu yang diberi ornamen menunjukkan bahwa para wanita Mesir di jaman itu sudah memiliki wawasan fashion yang tinggi. (Koleksi Victoria dan Albert Museum, London)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 700-900

Sepatu Flat Tahun 700-900
Sepatu ini digunakan oleh masyarakat kelas bawah Irlandia, dibuat dari kulit tipis sehingga mudah ditangkupkan ke bagian atas kaki penggunanya, kemudian disatukan dengan tali kulit. (Koleksi National Museum Of Ireland, Dublin)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 1000

Sepatu Flat Tahun 1000
Sepatu ini digunakan oleh kaum Viking sebagai bagian dari perlengkapan perang, terbuat dari kombinasi kulit tebal untuk bagian sole dan kulit lebih tipis di bagian upper. (Koleksi Kulturhistorisk Museum, Oslo, Norwegia.)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 1066-1485

Sepatu Flat Tahun 1066-1485
Sepatu abad pertengahan ini dibuat dari kulit yang dijahit dengan sole, cara menggunakannya diikatkan dengan potongan kulit yang sebagai pengganti tali sepatu tetapi didesain menjadi satu dengan upper. (Koleksi The Museum of St Albans, Hertfordshire, England.)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 1200

Sepatu Flat Tahun 1200
Sepatu modis ini digunakan oleh para pria keluarga kerajaan dan bangsawan Byzantium pada abad ke12. Dibuat dari kulit, bahan untuk dekorasinya adalah emas yang dicapkan pada permukaan kulit. Semakin banyak dekorasinya menunjukkan semakin tinggi status pemakai sepatu ini. ( Koleksi Walters Museum, Baltimore, USA)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 1300

Sepatu Flat Tahun 1300
Sepatu flat ini dipakai oleh Kaisar Jerman terbuat dari kain tebal dan sutra serta dihiasi dengan berbagai pernik-pernik. Desainnya mirip dengan sepatu flat wanita di abad 21. (Koleksi Kunsthistorische Museum, Vienna, Austria)


Sejarah Sepatu Flat
Sepatu Flat Tahun 1400-1500

Sepatu Flat Tahun 1400-1500
Sepatu flat ini di Polandia populer dengan sebutan Kraków, sedangkan di Inggris dinamakan The Poulaine. Pada jaman itu digunakan oleh hampir setiap orang, pria dan wanita, bahkan juga dipakai oleh para tukang sihir. Berujung runcing dan panjang yang sekaligus untuk menunjukkan status sosial penggunanya. Panjang sepatu rakyat biasa tidak boleh melebihi 6 inci, sepatu para satria diizinkan hingga 18 inci (45,72 Cm). Sedangkan sepatu para bangsawan bisa sampai sepanjang 24 inci atau sekitar 70 Cm. (Koleksi Bata Shoe Museum, Toronto)

Tidak ada komentar: