Sepatu Platform Wanita

Sepatu Platform Wanita

Yang Diaplikasi Jadi Alternatif High Heels


Sepatu platform wanita memiliki penampilan beragam karena bisa diaplikasi menjadi alternatif high heels dengan berbagai model. Style mana yang paling populer ?

Sepatu platform untuk wanita pada awalnya juga dipakai oleh kaum pria. Sepatu tersebut sebenarnya sudah ada sejak abad 16 di jaman Dinasty Qing dan di Eropa mulai populer setelah dipakai oleh Catherine de Medici pada upacara pernikahannya dengan Henri Duke of Orleans, tahun 1533. Platform di jaman tersebut tidak hanya bernuansa fashion, tetapi juga sarat dengan makna sosial serta tujuan yang menyimpang dari fungsi utamanya sebagai sepatu.

Di era modern sepatu platform mulai menjadi trend sejak tahun 1930-an dengan diaplikasikan dalam berbagai model. Popularitasnya bertahan sampai awal tahun 1950-an. Kemudian surut dan kembali populer di tahun 1970-an dengan diaplikasi pada model Chunky Heels yang banyak digunakan oleh para artis top di saat itu, salah satunya adalah The Jackson Five group Michael Jackson merintis karirnya.

Bagaimana aplikasi Platform yang populer saat ini ?

Setelah mengalami masa-masa popularitas di tahun 1970-an, sepatu yang mengaplikasi platform dengan model yang masih jauh dari elegan ini kembali surut. Platform mulai muncul kembali di akhir 1990-an karena para anggota The Spice Girls, group band dari Inggris seringkali melakukan show dengan menggunakan sepatu berplatform tinggi, tetapi lebih banyak diaplikasikan mirip model Wedges.

Platform dalam Aplikasi High Heels

Tahun 1993 Platform kembali menarik perhatian konsumen gara-gara Naomi Campbell sempat terjatuh di atas cat walk ketika memperagakan busana dan menggunakan sepatu platform rancangan Vivienne Westwood, perancang busana Inggris. Menariknya, platform kali ini hadir dengan rancangan yang berbeda, lebih feminin meskipun cenderung atraktif.

Sepatu Platform 12 Inci atau sekitar 30 Cm yang dilengkapi pita satin ini dirancang oleh Vivienne Westwood pada tahun 1993 dan diperagakan Naomi Campbell.

Style platform rancangan Viviane meskipun tidak layak pakai karena beresiko tinggi dan kurang fashioned, tetapi juga masih sering mendapat perhatian secara luas dari publik. Pasalnya, style platform tersebut menjadi favorit Lady Gaga, sehingga menjadi sepatu wanita yang paling sering diapakai oleh bintang spektakuler itu. Dimana Lady Gaga muncul, maka style platform yang dirancang Viviane lebih dari dua puluh tahun lalu juga ikut muncul kembali.

Lady Gaga di sela-sela show yang diselenggarakan di Eropah, mengenakan platform favoritnya.

Lady Gaga saat mengunjungi pameran yang diselenggarakan di Museum Louvre, Paris.

Saat berkunjung ke Canada, Lady Gaga juga memakai sepatu platform ala Viviane

high-heels-lady-gaga Satu-satunya wanita yang mampu memanfaatkan high heels berukuran sangat tinggi secara efisien, mungkin hanya Lady Gaga.
Luangkan waktu beberapa menit untuk mengetahui alasan dan kesediaan Sang Popstar itu menerima resiko sepatu berhak sangat tinggi sekaligus melihat penampilan dengan berbagai model dan style high heels di High Heels Lady Gaga

Rancangan Viviane menjadi inspirasi para desainer untuk merancang platform dengan ketinggian yang lebih layak pakai dan tentu saja lebih elegan. Hingga kini model Platform yang diaplikasikan pada Stiletto atau Cone Heels tersebut mampu bertahan menjadi salah satu trend di pasar sepatu fashion.




Platform dalam Aplikasi Chunky Heels

Jika penampilan Platform di era 1970-an dengan Chunky Heels terkesan kaku, kini Platform hadir dengan model Chunky lebih stylish dan elegan. Bahkan oleh sebagian kalangan mode diprediksi bisa menjadi alternatif bagi model Stiletto atau Cone High Heels yang penggunaannya cukup beresiko sehingga memerlukan latihan sebelum menggunakannya.

Pasar potensial platform wanita dalam model Chunky Heels di tahun 2015 tidak berbeda dengan tahun sebelumnya adalah konsumen wanita dengan rentang usia remaja hingga dewasa. Kecenderungan remaja untuk menolak kemapanan dalam dunia fashion yang direfleksikan oleh Stiletto dan high heels bertumit runcing, seolah menemukan pengungkapan melalui Chunky Heels.




Referensi: ngm.nationalgeographic.com | www.yournextshoes.com | ecosalon.com | www.retrorebirth.com

1 komentar:

rumput sintetis mengatakan...

Makasih kak artikelnya, sangat bermanfaat... :)