Model High Heels Trend 2015

Model High Heels Trend 2015

Apa Saja Model High Heels Trend 2015
Yang Akan Menggeser Stiletto


Trend high heels di tahun 2015 bukan sekedar perubahan model sepatu yang bersifat temporair, tetapi secara mendasar akan menggeser kedudukan Stiletto dan Round heels dari pasar sepatu fashion.


Model sepatu berbasis Chunky dan Platform yang mulai menjadi trend high heels di tahun 2015, pada masa depan akan memiliki pasar semakin luas, selanjutnya juga akan menggeser posisi Stiletto dan Round heels. Selain model-model sepatu tersebut sudah terlalu lama mendominasi pasar, para pengguna high heels tingkat pemula memiliki pertimbangan rasional dalam memilih sepatu wanita yang lebih aman dan nyaman.

Saat ini beragam aplikasi Chunky dan Platform yang selama bertahun-tahun kurang disukai karena penampilannya dianggap kurang elegan, mulai banyak dipakai oleh kalangan remaja. Mereka adalah pengguna high heels di tingkat pemula yang juga membutuhkan sepatu hak tinggi untuk menambah tinggi badan mereka agar nampak lebih menarik.

Mengapa Chunky dan Platform bisa menggantikan model high heels lainnya ?

Popularitas model Chunky tidak dimulai pada tahun 1970-an, karena sering dipakai oleh para bintang terkenal di saat itu, seperti David Bowie dan The Jackson 5 saat menggelar show di berbagai pentas internasional. Jauh sebelumnya, pada tahun 1660-an atau sekitar 350 tahun yang lalu model Chunky sudah menjadi trend di Eropah, terutama di Perancis karena dipopulerkan oleh Raja Louis XIV.

Sedangkan model platform yang pada awalnya juga dipakai oleh kaum pria sudah dikenal pada tahun 1600-an di jaman Dinasty Qing dan di Eropa  dipopulerkan oleh Catherine de Medici pada saat upacara pernikahannya dengan Henri Duke of Orleans, tahun 1533. Sepatu platform sempat menjadi trend di tahun 1930-an sampai awal tahun 1950.

Platform kembali hadir tahun 1990 didesain oleh Vivienne Westwood, perancang busana Inggris. Platform tersebut diaplikasikan dengan style modern dan diperagakan oleh Naomi Campbell. Uniknya perhatian publik diawali karena sang peragawatinya, Naomi Campbell sempat terjatuh di atas cat walk karena kurang bisa mengendalikan keseimbangannya memakai platform dengan tinggi lebih dari 30 Cm. Setelah itu, platform kembali dilupakan.

Beberapa tahun belakangan, model Chunky dan Platform mulai tampil kembali di pasar sepatu fashion. Tentu saja dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya. Bahkan kedua model tersebut mulai berkolaborasi untuk mengalahkan ketinggian hak yang dimiliki oleh semua model high heels, bukan dengan cara yang mengakibatkan rasa sakit berlebihan. Justru sebaliknya, memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pemakainya.

Siapa konsumen terbanyak ? Mereka adalah remaja dan wanita muda, generasi ini terlahir di era dimana setiap orang lebih dituntut untuk bisa bersikap rasional dan praktis. Percepatan kondisi sosial budaya masyarakat dimana generasi ini tumbuh juga telah mengajarkan lebih banyak tentang kesehatan dan kesadaran atas halk-hak mereka sebagai konsumen.

Model High Heels Trend 2015
“Perkawinan” antara model Chunky dengan Platform menjadi sinergi untuk mengikis dominasi Stiletto dan Round High Heels.

Generasi yang tumbuh dengan lingkungan masyarakat era teknologi informasi ini berbeda dengan konsumen wanita di tahun 1906, saat Stiletto pertama kali dirancang oleh Andre Perugia, versi Wikipedia. Bahkan juga berbeda dengan konsumen wanita di tahun 1954 saat Stiletto dirancang oleh Roger Vivier menurut versi lain.

Para remaja dan wanita muda yang juga membutuhkan perangkat fashion untuk tampil lebih menarik dengan tetap merasa aman dan nyaman cenderung memilih Chunky Heels dan Platform sebagai high heels favorit mereka dibandingkan dengan Stiletto atau high heels lain yang berbasis Cone atau Round heels yang selain beresiko tinggi juga bisa menghambat mobilitas mereka.

Jika Chunky Platform menjadi trend high heels pada tahun 2015, maka hal itu baru permulaan. Sama halnya dengan para remaja dan wanita muda yang saat ini menjadi embrio bagi pasar Chunky Platform di tahun-tahun berikutnya. Stiletto akan mengikuti jejak saudaranya, Chopine dan Lotus untuk segera masuk museum. Jika Chopin dan Lotus lebih mengedepankan aspek status sosial, Stiletto cenderung pada aspek estetika.

Lebih tepatnya, bukan Chopine, Lotus atau Stiletto ditinggalkan oleh para pemakainya, tetapi model sepatu wanita tersebut pada hakekatnya adalah cermin dari peradaban di jamannya masing-masing. Ketika peradaban manusia semakin berkembang dan lebih mengedepankan fungsi sepatu yang sebenarnya, maka kehadiran Chunky Platform juga menjadi cermin dari peradaban masyarakatnya.


Referensi :
Stiletto Heel, wikipedia.org
Glossary of Shoe Styles: Platforms, shoes.about.com
Louis XIV Biography, www.biography.com
The Ultra Funky Platform Shoes, www.retrorebirth.com

Tidak ada komentar: