Sepatu Coco Chanel The Two Tone

Sepatu Coco Chanel The Two Tone

The Two Tone,
Legenda Sepatu Wanita Coco Chanel

Sepatu Coco Chanel untuk wanita, The Two Tone, menjadi salah satu legenda dalam dunia fashion. Hasil desain Chanel dari tahun 1957 itu sewaktu-waktu bisa hadir dalam fashion week dan menjadi trend.


Sepatu wanita Chanel The Two Tone memiliki karakteristik yang mudah dikenali oleh para wanita, khususnya penggemar hasil desainer Coco Chanel. Bukan hanya karena sepatu tersebut menjadi ikon Desainer dan Rumah mode di Paris yang kesohor itu, tetapi juga sudah diperkenalkan sejak tahun 1957 dan secara periodik The Two Tone hadir pada penyelenggaraan fashion week di Paris, bersaing dengan karya Dior, Lanvin, Louis Vuitton, Balenciaga, Yves Saint Laurent dan sederet nama besar di dunia fashion.

Jika Salvatore Ferragamo punya wedges, hasil penemuannya sehingga menjadi ikon Ferragamo di dunia sepatu fashion, sedangkan Christian Louboutin dikenal dengan sol merahnya. Ikon sol merah tersebut makin populer didongkrak oleh pertikaiannya dengan Yvest Saint Laurent karena salah satu desain high heelsnya juga menggunakan sol warna merah, perkaranya sampai berlanjut ke pengadilan. Maka The Chanel Two Tone punya kisah tersendiri yang unik.

Bagaimana proses Coco Chanel menciptakan The Two Tone ?

The Two Tone Shoes, mungkin terjemahan dalam bahasa Indonesianya adalah “Sepatu Dua Nada”. Soalnya desain sepatu ini didominasi dua warna pilihan Chanel, yakni hitam dan beige yang kurang lebih adalah campuran warna kuning tua keputih-putihan yang sama sekali bukan kuning, juga bukan putih. Warna ini sudah menjadi identik dengan warna sepatu Coco Chanel, meskipun wanita kelahiran tahun 1883 ini juga mendisain sepatu dengan model dan warna-warna lain.

Ide untuk mendesain The Two Tone muncul saat Coco Chanel bermain golf dengan The Duke of Westminster. Jika lawan mainnya benar-benar berkonsentrasi pada bola golf, lain halnya dengan Coco Chanel yang perhatiannya juga terpecah karena memperhatikan sepatu Duke of Westminster dan sepatunya sendiri. Meskipun lapangan golf merupakan hamparan rumput, tak urung ujung sepatu yang mereka pakai tidak terhindar dari sentuhan tanah dan pasir, terutama bagian ujung sepatu menjadi nampak kotor.

Kenyataan itu sangat mengusik Coco Chanel. Sebagai desainer sepatu yang memperhatikan kontribusi sepatu dalam penampilan seseorang, kemudian disimpulkannya dalam ucapan Chanel yang selalu diingat kalangan fashion hingga saat ini. “A woman with good shoes is never ugly,” demikian ungkap Chanel. Bagi desainer asal Perancis ini, sepatu adalah bagian terakhir yang akan menentukan penampilan seseorang setelah semua perangkat fashion dikenakan.

Karena itu, ujung sepatu yang sedikit nampak kotor saat dipakai, mungkin kurang menjadi perhatian banyak orang. Tetapi bagi seorang Coco Chanel yang fokus perhatiannya tertuju pada kesempurnaan penampilan, hal itu menjadi masalah besar yang terus mengganggu pikirannya. Dari sini kemudian timbul ide untuk mendisain sepatu diaplikasi cap toe berwarna hitam. Dengan demikian jika terkena kotoran, maka tak akan begitu nampak. Sementara warna beige akan mengakibatkan efek kontras, sehingga secara visual akan mengalihkan perhatian orang pada penampilan sepatu tersebut secara keseluruhan.

Dipilihnya desain pointed toe selain dalam fungsinya bisa memperkecil ruang yang rawan terkena kotoran, sekaligus akan memberi kesan pemakainya memiliki kaki yang jenjang dan langsing. Dengan sentuhan dua warna, hitam dan beige membuat The Two Tone yang didesain sendiri oleh Coco Chanel pada tahun 1957 ini nampak tampil berbeda tapi tetap memiliki kesan lembut dan elegan.

Berhasil memperoleh respon positif dari masyarakat fashion, Coco Chanel kemudian mengembangkan beberapa model sepatu fashion dengan model dan aplikasi style yang berbeda-beda, tetapi tetap menggunakan variasi warna hitam dan beige. Tradisi itu dilanjutkannya pada setiap penyelenggaraan fashion week, kadang-kadang beberapa musin dilewati lalu The Two Tone hadir kembali sesuai dengan kecenderungan trend yang berlaku saat itu.

Sepatu Wanita Coco Chanel The Two Tone
Karakter The Two Tone adalah warna hitam dan beige, model dan stylenya bisa beragam.

Sepatu wanita Chanel The Two Tone tidak hanya merebut hati para penyuka fashion, tetapi juga merambah ke kalangan selebriti khususnya para superstar dari Hollywood. The Two Tone menjadi ikut terpromosikan secara eksklusif dan sekaligus mengokohkan sepatu warna hitam dan beige tersebut menjadi salah satu ikon Choco Chanel. Hingga saat ini setelah sang desainer meninggal dunia, 10 Januari 1971 dalam usia 87 tahun, The Two Tone menjadi ikon abadi Coco Chanel.

Sepatu  Chanel Wanita The Two Tone
Aktris Italia Gina Lollobrigida dan para model Coco Chanel sepatu Two Tone.

Salah satu model The Two Tone yang dirilis Chanel untuk trend 2012-1013 adalah pumps shoes dengan aplikasi strap T-bar style. Sepatu fashion ini sekaligus menandai ekspansi Coco Chanel ke Dubai karena pada saat itu, tepatnya Desember 2012, Chanel mulai memperkenalkan hasil karyanya ke negara di kawasan timur tengah itu dengan membuka butiknya di Dubai Mall.

Seperti butik-butik Chanel di beberapa negara, interior dan eksterior yang dirancang Arsitek dari New York, Pater Marino, mencerminkan tiga unsur esensi Chanel : mewah, elegan dan sekaligus modern. Dari ruang untuk menerima klien hingga ke ruang penjualan produk didesain dengan warna dominan hitam dan emas sehingga mendukung kesan eksklusif produk-produk Chanel.

Sepatu Wanita Chanel The Two Tone
Penampilan The Two Tone dalam pumps shoes high heels berlatar belakang Butik Chanel di Dubai.

Seperti pernah diucapkan Chanel “Anda bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik dengan cara gratis, tetapi untuk mendapatkan yang lebih baik Anda harus membayar lebih mahal.” Konsekuen dengan ucapannya, sepatu Chanel hingga saat ini dikerjakan oleh Massaro, toko sepatu yang dibangun pada tahun 1894 oleh Raymond Massaro, tetapi kini lebih banyak mengerjakan sepatu custom.

Massaro telah membuat sepatu Coco Chanel sejak The Two Tone diciptakan pada tahun 1957. Toko Sepatu dari abad ke 18 itu masih mempertahankan pembuatan sepatu secara tradisional dengan peralatan kuno. Tak ada sentuhan teknologi modern di Massaro, produk yang dipesan dari Massaro lebih cenderung merupakan hasil kerajinan tangan dari para pekerjanya yang berjumlah 14 orang.

Selain mengerjakan sepatu pesanan Chanel selama puluhan tahun, pelanggan Massaro dari kalangan desainer dan rumah mode adalah Jean Paul Gaultier dan Thierry Mugler. Massaro juga dikenal sebagai pembuat sepatu eksklusif untuk pada bintang film. Pelanggan Massaro diantaranya adalah Marlene Dietrich, Barbara Hutton dan Elizabeth Taylor.

Sepatu Coco Chanel The Two Tone dibuat Massaro
Suasana di Massaro, tempat sepatu Chanel diproduksi dengan cara tradisional

Sepatu wanita Coco Chanel The Two Tone
Pekerja di Massaro yang mengandalkan keahlian dari cara kerja abad 18

Dari proses pemesanan sampai menjadi sepasang sepatu memerlukan waktu cukup lama. Monsieur Philippe Atienza, pengelola Massaro lebih dulu akan mendiskusikan pesanan klien, setiap tahap pengerjaan selalu disertai dengan konsultasi. Dengan demikian tiap detil bisa diselesaikan dengan sempurna dan kenyamanan pemakainya bisa diberikan secara optimal.

Untuk sebuah prototipe yang akan digunakan sebagai acuan pengerjaan selanjutnya, Massaro membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Selama tiga minggu lebih banyak digunakan untuk melakukan diskusi tentang desain dan revisi. Meskipun cara pembuatan sepatu secara tradisional ini lebih banyak menghabiskan waktu, tetapi lebih disukai Coco Chanel, sehingga hanya Massaro yang dipercaya untuk mengerjakan sepatu Coco Chanel.

Sepatu Chanel wanita yang lebih berorientasi pada tujuan fashion pada dasarnya merupakan produk yang dihasilkan dengan cara pembuatan sepatu di abad 18. Bahkan sampai sepeninggal Coco Chanel, tradisi tersebut tetap dipertahankan oleh Karl Lagerfeld, Direktur Kreatif yang juga mengelola Rumah Mode Coco Chanel. Demikian pula dalam fashion week untuk musim gugur dan musim dingin 2015-2016 ketika Chanel menghadirkan kembali The Two Tone dari tahun 1957, sepatu tersebut juga dikerjakan oleh para perajin Massaro seperti 58 tahun yang lalu.


Referensi & Foto :
1957 Two Tone Shoes
The Two Tone Shoes
Coco Chanel Inside The Massaro With Chanel
Chanel Opens Shoe Corner in The Dubai Mall’s Level Shoe District

Tidak ada komentar: