Stabilitas Sepatu High Heels

Stabilitas Sepatu High Heels

Sepatu High Heels Dan Stabilitasnya


Jika ingin membeli sepatu high heels kenali dulu modelnya, karena masing-masing memiliki tingkat stabilitas yang berbeda.


Sebelum memilih model sepatu high heels yang aman, lebih dulu perlu diluruskan bahwa definisi high heels adalah sepatu dengan hak atau heels berukuran diatas 6,35 Cm keatas. Karena ukuran tersebut adalah batas minimal untuk Low Heels, lebih tinggi dari ukuran itu masih terdapat kategori Mid (Middle, Medium) heels dari 6,36 Cm hingga 8,89 Cm. Diatasnya, mulai dari ukuran 8,9 Cm ke atas menjadi “wilayah” High Heels. Meskipun beberapa rumah mode dan desainer memiliki ukuran yang berbeda, tetapi tak berselisih banyak.

Masalah keamanan yang dihadapi pengguna high heels, terutama disebabkan oleh stabilitas pada hak sepatu. Semakin tinggi ukuran hak sepatu wanita, maka tingkat stabilitasnya akan semakin rendah. Masalah itu berbanding dengan tingkat kemampuan dalam menguasai ketidakseimbangan. Semakin tinggi hak yang digunakan akan semakin sulit untuk mengendalikan keseimbangannya.

Tetapi tidak semua model heel memiliki karakter demikian, ada beberapa sepatu mid heels yang memiliki tingkat stabilitas sama dengan high heels. Sebaliknya ada pula model heel yang digunakan untuk high heels tetapi memiliki tingkat stabilitas yang tinggi.

Apa saya model heel atau hak sepatu dan bagaimana tingkat stabilitas masing-masing ?

Sepatu Chopine High Heels

Sepatu Chopine High Heels

Chopine, Sepatu Wanita Hak Tinggi
Yang Ngetrend 200 Tahun Lebih


Meskipun sepatu high heels atau hak tinggi Chopine menjadi trend selama dua abad di Eropa, style dan modelnya tidak sekaya High Heels abad 21


Sepatu Chopine adalah model yang populer di beberapa negara Eropa sepanjang abad 15 sampai abad 17. Meskipun penampilannya terkesan “innocent”, Chopine mampu mendominasi model sepatu selama dua ratus tahun lebih. Dalam kurun waktu tersebut Chopine juga berkembang dengan beragam style, tetapi tetap tidak meninggalkan penampilan awalnya.

Chopine merupakan model sepatu yang mendongkrak tinggi badan pemakainya dengan menerapkan dua konstruksi sekaligus, yakni platform dan high heels. Satu-satunya model sepatu wanita modern yang mirip dengan Chopine adalah Wedges. Tetapi kebanyakan Wedges didesain dengan sole lebih tipis pada bagian depan telapak, sehingga platformnya tidak “penuh”, hanya terdiri hanya tiga per empat bagian.

Apa kelebihan Chopine lainnya yang tidak dimiliki oleh sepatu modern ?

Sepatu Wanita Model Chopine

Sepatu Wanita Model Chopine

Chopine, Sepatu Hak Tinggi dari Abad 15


Sepatu model Chopine pada dasarnya sama dengan Stiletto high heel, keduanya mengabaikan aspek fungsi dari sepatu. Chopine mengutamakan aspek status sosial dan Stiletto memprioritaskan aspek fashion.


Sepatu Chopine adalah model sepatu yang populer di beberapa negara Eropa sepanjang abad 15 sampai abad 17. Di masa itu, Chopine tidak hanya dipakai oleh wanita, khusus yang berhak rendah juga digunakan oleh kaum pria dan lebih difungsikan sebagai status simbol. Keberadaannya mirip dengan High Heels di masa kini, High Heels lebih mengutamakan pada aspek fashion, akibatnya aspek fungsi menjadi terabaikan.

Demikian pula Chopine, karena lebih mengutamakan aspek status sosial yang direfleksikan pada ukuran ketinggiannya, maka semakin tinggi akan semakin sulit digunakan. Sehingga setiap kali memakainya harus didampingi dua orang pembantu yang mengawal di kedua sisi untuk menuntun dan menjaga pengguna Chopine agar tidak terjatuh.

Ingin tahu lebih banyak keunikan Chopine lima abad lalu ?

Sepatu Wanita Model Kitten Heels

Sepatu Wanita Model Kitten Heels

Kitten Heels Sepatu Para First Lady


Kitten Heels adalah model sepatu wanita satu-satunya yang popularitasnya diangkat kembali oleh para first lady setelah mengalami masa-masa surut.


Dihadirkan sebagai “trainer heels” untuk para gadis yang ingin memakai high heels tapi belum cukup umur, membuat Kitten Heels tidak dipandang sebagai sepatu fashion. Padahal Kitten Heels memiliki model dan style seperti Stiletto High Heels. Hanya bedanya Kitten Heels memiliki hak lebih rendah.

Di tahun 1950-an hampir setiap gadis memakai sepatu model Kitten Heels dengan style tradisional yang penampilannya bercirikan dengan heels rendah, dibuat dari bahan kulit berwarna hitam dan memiliki hak dengan ketinggian maksimum 4,75 Cm. Di masa itu, keberadaan Kitten Heels dipandang hanya dari aspek fungsinya.

Mengapa jika dulu aspek fashionnya diabaikan, kini Kitten Heels dengan style yang sama menjadi sepatu para First Lady ?

Sepatu Wanita Hak Rendah Kitten Heels

Sepatu Wanita Hak Rendah Kitten Heels

Model Sepatu Wanita Hak Rendah Terpopuler
Adalah Kitten Heels


Kitten Heels adalah model sepatu wanita dengan hak rendah yang didesain untuk mereka yang kelak akan memakai sepatu hak tinggi.


Meskipun termasuk jenis high heels, Kitten Heels berada dalam kelompok low heels yang memiliki hak paling rendah. Tetapi paling tinggi jika dibandingkan dengan semua sepatu jenis flat dengan model yang menggunakan hak. Top heels-nya memang didesain dengan diameter sama dengan high heels, agar penggunanya terbiasa berjalan sambil mengendalikan keseimbangan.

Seperti model sepatu lainnya yang tidak terlepas dari tuntutan fashion, Kitten Heels mengalami masa booming, kemudian tenggelam beberapa tahun, lalu muncul lagi. Begitu terjadi beberapa kali sejak sepatu wanita ini diperkenalkan pada tahun 1950-an. Uniknya, meskipun cukup populer Kitten Heels dianggap bukan sebagai sepatu fashion.

Mengapa demikian dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini  ?

Kelebihan Sepatu Wanita Hak Rendah

Kelebihan Sepatu Wanita Hak Rendah

Apa Saja Kelebihan Low Heels ?


Sepatu Wanita Hak Rendah Atau Low Heels memiliki kelebihan yang tak terdapat pada high heel dan flat, mulai dari aspek kesehatan, kenyamanan dan fashion


Low Heels atau sebutan untuk sepatu wanita hak rendah dalam “hierarki” sepatu wanita memiliki posisi di tengah-tengah. Tepatnya memiliki ukuran hak di antara sepatu hak datar dan hak tinggi. Posisi flat yang ekstrim tanpa hak lebih bersifat “primitif” karena cenderung mencerminkan fungsi sepatu sebagai pelindung telapak kaki. Sebaliknya, posisi high heels cenderung “irrasional” karena mengabaikan fungsi dan lebih mengutamakan aspek fashion.

Dibandingkan dengan sepatu flat dan high heels, sepatu wanita hak rendah atau low heels berada dalam posisi moderat. Low Heels tidak mengesampingkan aspek fashion, haknya yang tidak terlalu tinggi juga sama sekali tidak datar, ternyata menjadikannya sebagai satu-satunya jenis sepatu yang paling peduli terhadap kesehatan kaki pemakainya.

Tidak hanya sebatas itu, sepatu hak rendah juga memiliki banyak kelebihan yang menguntungkan penggunanya. Apa saja ?

Model Sepatu Wanita Hak Rendah

Model Sepatu Wanita Hak Rendah

Pastikan Pakai Sepatu Low Heels
Agar Anda Hanya Punya Satu Masalah


Memilih model sepatu wanita hak rendah akan menghindarkan Anda dari banyak masalah, kecuali satu. Apa itu ?


High heels atau sepatu wanita hak tinggi membawa resiko besar bagi penggunanya, semua wanita sudah tahu hal itu. Ketika beberapa hasil penelitian medis menyimpulkan bahwa ternyata sepatu hak datar atau flat juga bisa mengakibatkan gangguan kesehatan kaki. Maka satu-satunya alternatif adalah sepatu wanita hak rendah atau low heels.

Tetapi tak perlu menolak high heels, juga tetaplah mengkoleksi sepatu flat karena kedua jenis sepatu ini adalah perangkat fashion yang selalu diperlukan pada kesempatan tertentu. Setidaknya, kini para wanita tidak perlu dipusingkan dalam memilih jenis sepatu yang dipastikan bisa menjamin kesehatan kaki.

Meskipun demikian, masih tersisa satu masalah yang harus dihadapi. Apa itu ?

Sepatu Wanita Hak Rendah


Sepatu Wanita Hak Rendah Sepatu Wanita Hak Rendah Sepatu Wanita Hak Rendah Sepatu Wanita Hak Rendah

Sepatu Hak Rendah
Yang Tak Pernah Jadi “Tersangka”

Sepatu wanita hak rendah tidak pernah menjadi “tersangka” yang mengakibatkan jatuhnya korban seperti high heels dan flat,
bahkan sejak abad 16 sudah lebih dulu menjadi sepatu fashion.


Meskipun semua sepatu yang memiliki hak diklasifikasikan sebagai high heels, tetapi setiap model memiliki tinggi tumit yang berbeda-beda, sehingga klasifikasi high heels dibagi menjadi tiga, yaitu high heels atau hak tinggi, mid heel atau hak sedang dan low heels atau hak rendah. Sedangkan sebutan hak datar atau flat ditujukan untuk sepatu yang memiliki hak dibawah low heels atau sama sekali tidak memiliki hak.

Disebut high heels apabila sepatu didesain dengan konstruksi pada bagian tumit lebih tinggi dibandingkan dengan telapak kaki bagian depan. Sepatu yang tinggi karena memiliki sol tebal atau platform, tidak termasuk sebagai high heels jika di bagian tumitnya rata seperti sepatu hak datar atau flat. Tetapi bila high heels menggunakan platform, maka ketinggiannya bisa mencapai ukuran maksimal.

Apa kelebihan sepatu hak rendah atau low heels dibandingkan hak tinggi dan hak datar ?

Membersihkan Sepatu Beludru

Cara Membersihkan Sepatu Beludru

Bagaimana Cara Membersihkan Sepatu Beludru?


Cara membersihkan sepatu beludru yang kotor, mencuci dan merawatnya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Tetapi perlu lebih dulu membaca tips ini.


Bagaimana cara membersihkan sepatu wanita yang berbahan beludru ? Banyak pemilik sepatu beludru yang mencari informasi tersebut setelah sepatu beludru pertamanya terkena kotoran dan di saat akan membersihkannya. Beludru tidak bisa diperlakukan seperti halnya membersihkan sepatu dari bahan kulit, karena bukan terbuat dari kulit. Beludru juga tidak bisa dibersihkan dengan cara seperti mencuci baju, meskipun bahan dasarnya sama seperti kain sutra.

Beludru yang juga dikenal dengan istilah kain Velvet pada awalnya dibuat dari serat sutra, karena permintaan meningkat dan bahan baku yang dihasilkan oleh ulat sutra terbatas, akhirnya banyak yang mengkombinasikan dengan 20 persen sutra selebihnya menggunakan rayon dan katun. Sebagai bahan yang dianggap mewah sejak abad 14, beludru memang membutuhkan perlakuan secara khusus.

Lalu bagaimana cara untuk merawat, menyimpan dan membersihkan sepatu beludru ?

Sepatu Wanita Model Bit Loafers


Bit Loafers Adalah Style Sepatu Loafers
Rancangan Gucci Pada Tahun 1953

Style sepatu Loafers wanita yang awalnya dirancang Gucci pada tahun 1953 dinamakan HorseBit Loafers, tetapi mengapa dalam pasar sepatu fashion ada pula sebutan Bit Loafers ?


Style Loafers yang hadir belakangan berbeda dengan proses kehadiran Penny Loafers. Desain “Weejuns” yang tak sengaja bisa dipakai menyelipkan uang koin untuk ongkos menggunakan telepon umum menyebabkan Loafers buatan GH Bass menjadi terkenal dengan sebutan Penny Loafers dan mendominasi pasar sepatu Amerika di tahun 1950-an, kemudian tahun-tahun selanjutnya merambah ke berbagai negara

Sedangkan Tassel Loafers hadir setelah Arthur Tarlow Sr, Direktur Alden Shoe Co.diilhami oleh pesanan sepasang sepatu dari dua toko sepatu yang berbeda secara hampir bersamaan. Model sepatu tersebut lalu dimodifikasi dan diaplikasikan dengan konstruksi model Loafers. Dua tahun setelah diluncurkan, tepatnya tahun 1952, Tassel Loafers merambah New York dan Los Angeles untuk menggeser dominasi Penny Loafers, sebelum melanjutkan ekspansi ke seluruh Amerika dan dunia.

Style Loafers yang terakhir masuk ke pasar sepatu adalah Bit Loafers. Bagaimana proses kehadirannya ?

Sepatu Wanita Model Tassel Loafers

Sepatu Wanita Model Tassel Loafers

Sepatu Loafers yang Berumbai
Disebut Tassel Loafers


Diadopsi menjadi sepatu wanita, Tassel Loafers justru menjadi lebih fashioned dibandingkan dengan penampilannya sebagai sepatu pria.


Tassel Loafers yang diadopsi menjadi sepatu wanita merupakan salah satu style dari model Loafers atau Pantofel yang pada awalnya adalah sepatu untuk kaum pria. Rumbai yang menjadi ciri khas Tassel itu identik dengan bunga, sedangkan bunga selalu diasosiasikan dengan wanita. Sehingga Tassel Loafer justru lebih fashioned berada di kaki wanita daripada dipakai oleh pemilik aslinya, kaum pria.

Selain Tassel, masing-masing style Loafers memiliki ciri-ciri yang spesifik, tapi kurang dikenal oleh konsumen awam. Style paling populer adalah Penny Loafers dengan strap di tengah terbuka yang terletak bagian atas kaki. Sedangkan Bit Loafers juga memiliki strap yang sama, hanya saja diberi sentuhan berupa rantai kecil yang melintang. Ketiga style tersebut memiliki sejarah yang berbeda, ada yang unik, ada yang terjadi secara kebetulan dan ada pula yang sengaja didisain agar menjadi style baru.

Bagaimana sejarah dan perkembangan Tassel Loafers ?

Sepatu Wanita Model Penny Loafers

Sepatu Wanita Model Penny Loafers

Sepatu Model Loafers Terpopuler
Adalah Penny Loafers


Penny Loafers adalah model sepatu yang terinspirasi oleh Moccasin, diimpor dan diproduksi pertama kali di Norwegia lalu kembali ke Amerika dan populer di negeri asalnya.


Sepatu model Loafers yang paling banyak dipasarkan adalah style Penny Loafers, sepatu untuk pria dan wanita ini selain memiliki desain yang kompak juga nyaman di kaki. Penny Loafers dari bahan kulit dengan warna-warna gelap dapat dipadukan dengan berbagai jenis busana, baik formal maupun casual tanpa mempengaruhi penampilan penggunanya.

Desain Penny Loafers saat ini tidak banyak berbeda dengan saat dipasarkan pertama kali, baik di negeri pertama kali diproduksi, Norwegia, sampai kembali merambah Amerika. Model sepatu yang sebelumnya dikenal dengan nama "Aurland Shoes" itu lalu diproduksi secara massal. Sebutannya berganti dengan Penny Loafers dan dipasarkan secara lebih luas hingga menjadi salah satu model sepatu favorit.

Bagaimana perjalanan sejarah Penny Loavers yang unik, berliku dan berlangsung cukup panjang tersebut ?

Sepatu Pantofel Untuk Wanita

Sepatu Pantofel Untuk Wanita

Sepatu Pantofel Untuk Wanita
Lebih Populer Disebut Loafers


Tiga style sepatu Pantofel untuk wanita juga dikembangkan oleh para desainer sehingga menjadi Loafers dengan beragam desain untuk berbagai busana dan kesempatan


Diadopsi untuk sepatu wanita, Pantofel yang memiliki tiga basis style itu kemudian diperkaya dengan berbagai aplikasi fashion, sehingga dalam beberapa penampilannya model Pantofel nyaris tak bisa dikenali lagi. Karena itu dalam perkembangan selanjutnya, kaum pria yang sebelumnya telah akrab dengan nama Pantofel tidak pernah mengira bahwa sepatu wanita yang populer dengan sebutan Loafer sebenarnya  berasal dari model sepatu milik mereka.

Seperti model sepatu wanita lainnya, Pantofel atau Loafer tidak hadir secara tiba-tiba seperti yang telah kita kenal, melainkan melalui proses yang cukup panjang sebelum menjadi model sepatu dengan konstruksi dan desain yang khas untuk membedakan dengan model-model sepatu lainnya. Loafers memiliki tiga style dengan ciri yang selalu dipelihara oleh para desainer, sehingga meskipun diaplikasi dengan beberapa model dan style sekaligus, masing-masing style masih dengan mudah bisa dikenali.

Kapan Loafers dirancang untuk pertama kali dan apa saja ketiga style Loafers tersebut ?

Sepatu Pantofel Wanita


sepatu pantofel wanita sepatu pantofel wanita sepatu pantofel wanita


Sepatu Pantofel Untuk Wanita
Lebih Cantik Dari Aslinya


Pantofel sebelumnya adalah sepatu pria, lalu diadopsi untuk wanita dan lebih populer dengan sebutan Loafers.


Jangan heran jika mengetikkan keyword “sepatu pantofel wanita” di browser, kemudian muncul gambar-gambar sepatu mirip Loafers. Karena sebetulnya yang dimaksud Pantofel dan Loafers adalah sama, hanya berbeda istilah. Model tersebut selain memiliki kenyamanan untuk penggunanya juga kemudahan saat memakai dan melepaskannya karena tidak dilengkapi dengan tali sepatu. Dalam istilah persepatuan model seperti itu juga disebut Slip On.

Kedua sebutan yang berbeda tersebut, pantofel dan loafers seringkali membuat rancu pengertian konsumen yang bukan penyuka sepatu terutama di Indonesia. Sejak puluhan tahun Pantofel disukai dan digunakan para pria, modelnya nyaris tak pernah berubah, begitu pula sebutannya. Kaum pria yang umumnya kurang memiliki perhatian terhadap fashion dan masih beranggapan fashion adalah urusan wanita, tidak begitu mempedulikannya, kecuali memakai sepatu yang namanya Pantofel.