Style 2016 : Lace Up Flats

sepatu flat bertali lace up flats style 2016

2016: Masuknya Sepatu Prajurit Romawi

Lace up flats, sebutan untuk sepatu wanita hak datar atau flat bertali akan segera booming menyusul Chunky heels, karena model ini memberi solusi untuk tampil stylish hanya dengan memakai sepatu flat.


Flat atau sepatu wanita hak datar dengan style lace up belum banyak hadir sepanjang bulan September 2015 sampai akhir Maret 2016, karena rentang waktu tersebut merupakan musim gugur dan musim dingin bagi negara-negara di belahan bumi utara. Sehingga kebanyakan sepatu yang dipakai adalah model yang menutup rapat kaki penggunanya agar tidak kedinginan.

Sesuai dengan karakteristik lace up flats, sepatu ini memberi ruang terbuka pada seluruh bagian kaki, kecuali telapak kaki dan sedikit bagian tertentu sesuai dengan model yang diaplikasikan. Karena itu para wanita tidak akan memakainya sebelum dimulai musim panas pada tahun berikutnya, saat mereka membutuhkan perangkat fashion yang mampu untuk beradaptasi dengan cuaca kering dan panas.

Dari mana istilah lace up flats diadopsi ?

Sepatu Flat Gucci 2015-2016


Model Sepatu Hak Datar Gucci
untuk Trend 2015-2016

Sepatu wanita hak datar dari Gucci untuk trend 2015-2016 hadir dalam desain kontemporer, tapi Alessandro Michele mampu mempertahankan penampilan dan ciri Gucci yang elegan.


Sepatu wanita dan pria hasil desain Gucci merupakan produk fashion yang tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, selain Gucci merupakan salah satu rumah mode tertua di Italia, para penerus Guccio Gucci memiliki tradisi yang kuat untuk mengutamakan kualitas sebagai salah satu ciri yang harus tetap dipertahankan.

Salah satu hasil desain Gucci yang terkenal dan menjadi ikon Gucci dalam produk sepatu fashion adalah model Horsebit Loafer, sepatu loafer dengan asesoris miniatur sanggurdi atau pijakan kaki pada pelana kuda. Model tersebut memiliki pangsa pasar tersendiri dan sampai sekarang assesoriesnya banyak ditiru oleh para desainer sepatu. Padahal model tersebut diperkenalkan Gucci pada tahun 1953.

Bagaimana sepatu fashion Gucci untuk trend 2015-2016 ?

Wedges Boots Trend 2015-2016

Wedges Boots Trend 2015-2016

Model Wedges Fendi Trend 2015-2016
Dengan Platform Baru, Stylish Dan Fungsional

Wedges Boots dari Fendi untuk Trend 2015-2016 hadir dengan platform baru, lebih aman dan berpenampilan elegan


Wedges boots merupakan salah satu model pilihan paling tepat untuk menghadapi musim dingin di belahan bumi sebelah utara yang dimulai akhir September sampai akhir Desember. Alasannya, sepatu boots dirancang untuk melindungi kaki secara optimal, karena itu bagian uppernya dinaikkan sampai di atas mata kaki. Ada yang sampai ke betis bahkan sampai di paha.

Meskipun untuk pelindung kaki bisa diganti dengan kaus kaki tebal, sepatu boot lebih mampu memberikan perlindungan secara menyeluruh dan cara memakainya pun lebih praktis. Jika masih kurang hangat bisa ditambah dengan memakai kaus kaki sebelum menggunakan sepatu boots. Diluar musim dingin, sepatu boots tetap diperlukan oleh mereka yang memerlukan fungsinya sebagai pelindung kaki.

Apa yang membuat sepatu boots wanita berbeda ?

Sepatu Chanel Wanita

Sepatu Chanel Wanita

Untuk Trend 2015-2016
Chanel Hadirkan Sang Legenda Two Tone

Sepatu Chanel wanita untuk trend 2015-2016 yang ditawarkan Rumah Mode dari Paris ini adalah The Two Tone, dirancang sendiri oleh Coco Chanel pada tahun 1957.


Sepatu wanita The Chanel Two Tone yang dirancang sendiri oleh Coco Chanel pada tahun 1957 ditampilkan secara dominan dalam peragaan Fashion Week Fall Winter 2015-2016 yang digelar di Milan. Beberapa model terkenal, diantaranya Cara Delevingne dan Kendall Jenner berulang kali tampil dengan gaun yang berbeda. Tetapi sepatu yang dipakainya hanya satu model : The Two Tone Sling Back.

Sepatu wanita dari Chanel ini dikenal sebagai salah satu legenda fashion, karena sejak didesain sendiri oleh Coco Chanel sudah beberapa kali ditampilkan dan selalu mendapat respon positif dari pasar fashion, khususnya para penyuka sepatu keluaran Rumah Mode terkenal asal Perancis itu. Di jamannya, Coco Chanel yang lahir dengan nama Gabrielle Bonheur Chanel memang kurang suka sepatu high heels. The Two Tone mencerminkan sikapnya itu.

Apa saja kelebihan The Two Tone ?

Sepatu Coco Chanel The Two Tone

Sepatu Coco Chanel The Two Tone

The Two Tone,
Legenda Sepatu Wanita Coco Chanel

Sepatu Coco Chanel untuk wanita, The Two Tone, menjadi salah satu legenda dalam dunia fashion. Hasil desain Chanel dari tahun 1957 itu sewaktu-waktu bisa hadir dalam fashion week dan menjadi trend.


Sepatu wanita Chanel The Two Tone memiliki karakteristik yang mudah dikenali oleh para wanita, khususnya penggemar hasil desainer Coco Chanel. Bukan hanya karena sepatu tersebut menjadi ikon Desainer dan Rumah mode di Paris yang kesohor itu, tetapi juga sudah diperkenalkan sejak tahun 1957 dan secara periodik The Two Tone hadir pada penyelenggaraan fashion week di Paris, bersaing dengan karya Dior, Lanvin, Louis Vuitton, Balenciaga, Yves Saint Laurent dan sederet nama besar di dunia fashion.

Jika Salvatore Ferragamo punya wedges, hasil penemuannya sehingga menjadi ikon Ferragamo di dunia sepatu fashion, sedangkan Christian Louboutin dikenal dengan sol merahnya. Ikon sol merah tersebut makin populer didongkrak oleh pertikaiannya dengan Yvest Saint Laurent karena salah satu desain high heelsnya juga menggunakan sol warna merah, perkaranya sampai berlanjut ke pengadilan. Maka The Chanel Two Tone punya kisah tersendiri yang unik.

Bagaimana proses Coco Chanel menciptakan The Two Tone ?

Sepatu Prada Wanita Miu Miu


Miu Miu Chunky Heels Dari Prada
Untuk Trend 2015-2016

Sepatu Prada wanita untuk trend 2015-2016 dari Miu Miu bisa menjadi pilihan terbaik karena tidak hanya elegan, tetapi juga ergonomis dan layak pakai untuk segala segmen.


Chunky heels untuk trend hingga pertengahan tahun 2016 tampil lebih stylish meskipun beberapa diantaranya mengadopsi bentuk heel kuno yang digunakan Louis XIV dari abad 16. Jika Chunky pada musim sebelumnya banyak diaplikasikan untuk high heels, kini mulai tampil dalam kategori mid heels. Hampir semua desainer memiliki model-model Chunky yang diandalkan untuk merebut pasar fashion, paling tidak untuk kurun waktu sampai pertengahan tahun 2016.

Mencermati model Chunky yang yang ditawarkan selama penyelenggaraan Fashion Week Fall-Winter 2015-2016 mulai dari Milan hingga New York terdapat banyak desain yang lebih memiliki keunggulan di segi estetika, tapi masih mengabaikan kenyamanan. Sementara desain lainnya lebih mengutamakan kenyamanan, tapi berdampak pada penampilannya yang menjadi kurang modis.

Mengapa aplikasi model Chunky untuk mid heels menjadi pilihan utama ?

Chunky Mid Heels Trend 2015-2016


Trend 2015-2016 :
Chunky Mulai Merambah Mid Heels

Chunky heels trend 2015-2016 tidak hanya diaplikasi untuk high heels, tetapi model sepatu ini sudah merambah ke wilayah mid heels. Dengan penampilan lebih modis, Chunky mid heels juga memberikan lebih banyak kenyamanan dan keamanan.


Trend sampai pertengahan tahun 2016 untuk hak model chunky lebih banyak ditawarkan oleh para desainer bila dibandingkan dengan trend untuk musim semi dan musim panas 2015. Jika sebelumnya model chunky diprioritaskan untuk high heels, kini lebih banyak diaplikasikan untuk mid heels. Hal ini mengindikasikan bahwa chunky sudah mulai populer di kalangan para wanita penyuka fashion.

Chunky bukan model sepatu wanita yang sama sekali baru, tetapi sudah dipakai oleh Raja Perancis Louis XIV di tahun 1650-an. Fakta tersebut terekam dalam lukisan-lukisan Hyacinthe Rigaud, seorang pelukis kerajaan yang sampai saat ini lukisan-lukisannya masih bisa dilihat pada beberapa museum di Eropa. Dalam  lukisan King of France and Navarre, yang dibuat pada tahun 1701 memperlihatkan dengan jelas model heel yang digunakan untuk sepatu Louis XIV.

Bagaimana perkembangan chunky sampai menjadi trend 2015-2016 ?

Model Wedges Trend 2015-2016

Model Wedges Trend 2015-2016

Model Wedges Ferragamo 2015-2016,
Reinkarnasi 1939

Model Wedges Ferragamo untuk trend September 2015 hingga Maret 2016 merupakan reinkarnasi Wedges rancangan tahun 1939, justru tanpa platform yang saat ini mulai disukai.


Model Wedges trend 2015-2016 yang ditawarkan oleh rumah mode Salvatore Ferragamo berbeda dengan model Wedges untuk musim semi dan musim panas yang berakhir pada Agustus 2015. Jika sebelumnya terinspirasi oleh model Rainbow Wedges yang sekaligus menjadi ikon Ferragamo, kali ini lebih mirip dengan Wedges rancangan Ferragamo di tahun 1939.

Model Wedges ini berbeda seperti umumnya Wedges yang biasa dijumpai karena menggunakan hak tunggal, mengadopsi model cone heels tetapi pada bagian top heel tersambung dengan sole bagian depan. Secara keseluruhan terkesan unik, seperti Wedges tanpa bidang di bagian tengah. Jika dicermati, model ini merupakan “reinkarnasi” dari Wedges tahun 1939 yang dirancang sang maestro Salvatore Ferragamo.

Bagaimana penampilannya dan bagaimana pula style wedges trend 2015-2016 dari Ferragamo ?